JAKARTA – Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) kembali menekankan tidak akan masuk ranah politik atau berpolitik praktis. Meski demikian Perpukadesi siap memberi sumbangsih atau pemikiran solutif terhadap problem politik.
Ketua Umum Perpukadesi Jenderal TNI (Purn) Bibit Waluyo untuk ke sekian kali sekaligus mengingatkan bahwa perkumpulan dari para purna bakti ini tidak akan pernah memasuki ranah politik. Begitu pula mereka yang berada perkumpulan itu tidak akan mencari atau mengutamakan kepentingan sendiri atau pribadi.
Namun Perpukadesi mampu memberi jawaban atau mencari solusi terkait persoalan-persoalan politik negeri ini, termasuk bagaimana menemukan format pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang menghabiskan dana, energi dan daya tetapi ternyata output-nya tidak memenuhi ekspetasi atau harapan masyarakat.
Ketua Umum menyampaikan hal itu secara tegas dalam rapat koordinasi pra rapat kerja (raker) pimpinan pusat Perpukadesi yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (3/62026). Hadir pada pra raker tersebut, M. Idham Samawi, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Komunikasi Publik bersama Sokhiatulo Laoli, Sekretaris Jenderal dan Christiany Eugenia Tetty Paruntu, Bendahara Umum. Rapat koordinasi pra raker juga dihadiri H. Irianto Lambie yang merupakan Ketua Dewan Pembina dan Suyoto, Ketua Dewan Pengawas.
“Kami tidak akan berpolitik praktis, tetapi bisa membantu mencari solusi politik seperti persoalan Pilkada ke depan. Dan, perkumpulan ini, sekali lagi, tidak untuk mencari kepentingan sendiri. Perpukadesi justru akan menjawab pesan dari Bapak Mendagri [Tito Karnavian] seperti disampaikan beliau saat pengukuhan dan deklarasi,” kata Bibit.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini kembali mengingatkan hal tersebut karena para purnabakti merupakan sosok potensial dan sangat berpengalaman karena pernah memimpin sebuah daerah. Mereka juga telah menunjukkan karya yang tidak bisa dipandang sebelah mata saat mendapat amanah menjadi kepala daerah.
Menurut Bibit dengan kapasitas dan kapabilitas para purnabakti kepala daerah, maka sumbangsih pemikiran mereka untuk turut merumuskan berbagai solusi atas permasalahan yang dihadapi bangsa tetap sangat dibutuhkan. Misalnya saja bagaimana solusi dan bentuk dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menuai berbagai pandangan. Atau problem Koperasi Merah Putih dan upaya pemerintah untuk mempertahankan swasembada pangan maupun problem money politic dalam kegiatan pemilihan maupun berbagai persoalan tata kelola pemerintahan yang masih perlu mendapatkan perhatian.
“Perlu diingat kita adalah para mantan yang penuh dinamika dan berpengalaman. Jadi adanya Perpukadesi harus benar-benar menunjukkan bahwa sembur tutur bagi bangsa dan negara memang matang dan berbobot,” ujar Bibit yang mengambil filosofi Jawa tentang ‘sembur’ dan ‘tutur’.
Sembur Tutur adalah sebuah filosofi dan tradisi lisan dalam budaya Jawa yang kerap diartikan sebagai gabungan antara doa (sembur) dan nasihat/bimbingan (tutur). Secara luas, ‘sembur tutur’ juga sering digunakan dalam konteks penyampaian ajaran, nilai kehidupan, dan spiritualitas secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Bibit mengungkapkan rasa prihatin dengan berbagai persoalan bangsa. Namun Perpukadesi, seperti dikatakan Bibit, tidak hanya prihatin tetapi siap memberi dukungan dan masukan untuk berbagai persoalan tersebut.

“Persoalan kenapa ada pejabat yang gampang tergoda dengan duit. Mengapa kita kerap mendapat pemimpin yang ternyata asal bernyawa karena tidak punya kapasitas dan berkepribadian yang kokoh. Pesan dari Bapak Mendagri saat pelantikan dan deklarasi sesungguhnya tidak mudah, Tetapi Perpukadesi harus bisa memberi sumbangsih dan memberi jalan keluar atas persoalan yang dihadapi bangsa ini,” ucap Bibit.
Dalam rapat koordinasi pra raker yang juga dihadiri Cek Endra Ketua Bidang Konsultasi dan Pembinaan Pemda, Juliyatmono, Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Kaderisasi Hilarius Duha, Ketua Bidang Hukum, Advokasi, dan Etika Pemerintahan, Hanan A Razak, Sekretaris Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Mayor Arh. (Purn.) Yoyok Riyo Sudibyo, Koordinator Wilayah Jawa, dan Karel Albert Ralahalu, Koordinator Wilayah Maluku itu, Bibit menyampaikan bila Perpukadesi telah mengambil langkah dan memaksakan program yang memberi manfaat bagi masyarakat. Perkumpulan, meski belum lama dideklarasikan, telah menginisiasi program kerjasama dengan beberapa pihak, seperti pemberian beasiswa sekolah kedokteran ke luar negeri bekerjasama dengan Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), berkolaborasi dengan KP2MI untuk pengiriman ribuan tenaga kerja ke Jepang melalui kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN).
Sementara, Suyoto yang merupakan Ketua Dewan Pengawas menyatakan bahwa ada dua bagian besar dari Perpukadesi yang akan menjadi pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Bahwa Perpukadesi fokus pada kerja fungsional yaitu dengan melakukan aksi nyata dan kemudian peran fungsional dengan mencurahkan pikiran dan kemudian memberi rekomendasi kepada pihak yang berkepentingan.
“Jadi kita menjadi obor dengan memberi pandangan dan aksi nyata untuk bangsa ini,” kata Suyoto yang juga mantan Bupati Bojonegoro. Rapat Koordinasi pra raker turut menghadirkan Abdullah Azwar Anas, anggota Dewan Penasihat dan H. Soekirman, Ketua Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan (keduanya hadir secara daring), Himmatul Hasanah, Direktur Eksekutif dan Siti Nurkhayati, Perwakilan Pendiri Perpukadesi. (*)
