Kolaborasi dengan Perpukadesi dan YPAN Demi Program ‘Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar’

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali melanjutkan komunikasi dengan dua lembaga mitra, Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN), dalam sebuah pertemuan koordinasi di Graha Pratama Building, Jakarta, Kamis (25/6/2026) siang.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari komunikasi yang telah terjalin sebelumnya, dengan agenda utama menjajaki kemungkinan kolaborasi pada dua sektor yang menjadi perhatian Pemkab Kapuas: pendidikan dan ketenagakerjaan, yang sama-sama berada di bawah payung besar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.

Pemkab Kapuas diwakili Kepala Dinas Pendidikan Suwarno Muriyat bersama Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Teguh Setio Utomo yang juga didampingi Slamet Riyadi selaku Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja.

Mereka diterima Direktur Eksekutif Perpukadesi, Himmatul Hasanah didampingi tim dari Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Pertemuan berlangsung dalam format diskusi yang membahas kedua sektor secara terpisah, sesuai dengan kewenangan masing-masing dinas.

“Kami melihat ada ruang yang relevan untuk dijajaki bersama Perpukadesi dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, khususnya untuk memperkuat apa yang sudah kami rintis lewat Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar,” kata Suwarno Muriyat.

Peluang Sinergi dengan ‘Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar’

Pembahasan di sektor pendidikan tidak berangkat dari ruang kosong. Mei lalu, Kabupaten Kapuas telah mencanangkan program ‘Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar’ (PHKB) bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, bertepatan dengan peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. 

Program yang digagas Bupati Kapuas HM Wiyatno ini mengusung tujuh pilar, mulai dari penguatan kompetensi guru, literasi dan numerasi, digitalisasi pembelajaran, hingga pemerataan sarana dan prasarana pendidikan — termasuk inovasi kapal pengangkut guru pesisir untuk menjangkau sekolah-sekolah di wilayah yang sulit diakses jalur darat.

Dalam pertemuan ini, kerangka besar PHKB tersebut menjadi titik tolak diskusi mengenai kemungkinan kolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. 

Yayasan yang memiliki pengalaman dalam pendidikan berkarakter ini disebut berpotensi melengkapi sejumlah pilar PHKB, khususnya yang menyangkut penguatan karakter siswa dan peningkatan daya saing lulusan. Kedua pihak sepakat membuka ruang penjajakan lebih lanjut untuk melihat titik temu yang paling relevan, tanpa terburu-buru merumuskan bentuk kerja sama formal sebelum kajian kebutuhan di lapangan rampung dilakukan.

Himmatul Hasanah menyambut baik arah diskusi ini. Menurutnya, keberadaan program daerah yang sudah berjalan seperti PHKB justru menjadi pijakan yang lebih realistis untuk membangun kolaborasi, dibandingkan memulai dari program yang sama sekali baru. Ia menyebut Perpukadesi dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara akan mempelajari lebih dalam capaian dan kebutuhan PHKB sebelum menentukan bentuk dukungan yang paling tepat.

Sektor Ketenagakerjaan: Arah Besar Menuju Pengentasan Kemiskinan

Secara terpisah dari pembahasan pendidikan, forum ini juga menjadi ruang bagi Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kapuas untuk menyampaikan arah kebijakan ketenagakerjaan daerah. Teguh Setio Utomo menegaskan bahwa penguatan sektor tenaga kerja merupakan bagian dari visi besar Pemkab Kapuas untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

Ia menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas SDM tidak akan tuntas hanya dengan memperbaiki sisi pendidikan, melainkan juga harus dibarengi dengan upaya memastikan angkatan kerja Kapuas memiliki akses yang lebih luas terhadap lapangan pekerjaan.

Beberapa skema teknis telah disosialisasikan dalam pertemuan ini. Pembahasan akan ditindaklanjuti ke tahap inisiasi program dan penaglokasian anggaran berdasarkan kebutuhan Kabupaten Kapuas.

Pemkab Kapuas menyampaikan keterbukaan untuk terus berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk Perpukadesi dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, perihal kemungkinan dukungan di sektor-sektor lain pada kesempatan berikutnya.

Pertemuan di Jakarta ini menjadi fondasi kuat untuk ekosistem sinergi lintas pihak ke depan. Terutama pada dua sektor yang dibahas — pendidikan dan ketenagakerjaan — yang telah menunjukkan arah yang konsisten dengan prioritas pembangunan SDM yang telah dirintis Pemkab Kapuas melalui PHKB.

Langkah berikutnya akan ditentukan melalui komunikasi lanjutan antara kedua belah pihak, untuk melihat sejauh mana penjajakan ini dapat dikembangkan menjadi bentuk kerja sama yang lebih konkret. (Farhan Aji Dharma)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *