JAKARTA – Membangun dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sesungguhnya bukan pekerjaan mudah karena butuh daya dan energi. Meski demikian pemerintah di Kabupaten Sidrap tidak berpangku tangan. Sebaliknya Sidrap sangat memperhatikan dan mengupayakan bagaimana meningkatkan kualitas mutu guru dan pendidikan pada umumnya.
Bagaimana tidak, Sidrap tetap memberi prioritas pada pendidikan bagi warganya. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap Sirajuddin A. saat melakukan audiensi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) Sokhiatullo Laoli dan Direktur Eksekutif Himatul Hasanah di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Sirajuddin menuturkan bila Sidrap akan menggandeng Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) dalam upaya meningkatkan kualitas mutu guru.
“Mengapa guru yang harus ditingkatkan kualitasnya? Karena guru memegang peran penting dalam pendidikan murid. Diajar guru yang punya kualitas lebih menjadikan murid yang sudah pasti berkualitas. Artinya output dari pengajaran guru tersebut bakal sangat baik,” kata Sirajuddin yang melakukan audiensi bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Adli Lukman, dan Kepala Seksi Peserta Didik & Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Musdadi serta Hasni Nistianti, penghubung kantor perwakilan Kabupaten Sidrap di Jakarta.
Menurut Sirajuddin pemerintah kabupaten sesungguhnya sudah melakukan banyak pelatihan. Namun masih banyak pula guru yang belum menerima pelatihan sehingga Sidrap berharap YPAN bisa memenuhi kebutuhan peningkatan kualitas guru di daerahnya, terutama guru SMA dan SMK.

“Ini merupakan upaya bagaimana pemerintah meningkatkan kualitas guru. Kami tentu berharap Sidrap bisa melahirkan generasi emas 2045 yang merupakan buah kerja dari para guru yang memang memiliki kualitas terbaik,” ucap Sirajuddin.
Dalam kesempatan itu, Himatul menuturkan adanya program pengiriman tenaga migran ke Jepang. Menurut dia, program tersebut memberi manfaat besar karena membantu daerah menangani problem pengangguran. Apalagi program itu tidak asal mengirim tenaga migran ke Jepang tetapi memberikan pendampingan kepada mereka.
Pendampingan itu tidak hanya bila tenaga migran itu menghadapi masalah hukum tetapi bagaimana mereka setelah pulang dari luar negeri tetap bisa bekerja di Indonesia. Bahkan mereka diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja atau menjadi entrepreneur saat sudah pulang ke kampung halaman.
“Kami tidak melakukan pembiaran begitu mereka sudah bekerja di Jepang. Mereka tetap mendapat pendampingan sehingga saat pulang mereka tetap bisa bekerja dan tidak kembali menganggur. Kami menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang kompeten untuk mendidik mereka sebelum diberangkatkan ke Jepang. Pelatihan itu memang termasuk semimiliter sehingga menghasilkan tenaga migran yang disiplin, berkarakter,” kata Himatul.
Program pengiriman tenaga migran mendapat sambutan positif dari Sidrap. Sirajuddin menyatakan banyak SDM di daerahnya yang punya keinginan merantau ke luar negeri dan salah satu tujuannya tak lain Jepang.
“Banyak anak muda di daerah kami yang sesungguhnya ingin menjadi tenaga migran. Persoalannya mereka tak punya akses untuk bekerja di Jepang, misalnya. Dari program ini, mereka bakal punya akses untuk bekerja di luar negeri,” kata Sirajuddin.
Sementara, Adli Lukman menuturkan bila program pengiriman tenaga migran bakal mendapat sambutan dari anak-anak muda di Sidrap. Apalagi sistem pembiayaannya tidak memberatkan peserta sehingga mereka yang kesulitan ekonomi tetap bisa berangkat ke Jepang. (*)
