JAKARTA – Mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mengukuhkan kepengurusan Pusat Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) periode 2026-2031 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Ini adalah organisasi baru bentukan eks kader PDIP ini.
Perpukadesi ini dibentuk sebagai sarana bagi para mantan kepala daerah untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa meskipun sudah tidak lagi menjabat.
Bibit Waluyo terpilih sebagai Ketua Umum organisasi yang menghimpun mantan gubernur, bupati, hingga wali kota tersebut.
Cerita kembali ke desa
Dalam sambutannya, Bibit Waluyo menceritakan pengalamannya yang memilih kembali ke desa dan menjadi peternak setelah masa jabatannya berakhir.
Ia mengaku tidak melanjutkan periode kedua karena memegang prinsip kejujuran sebagai prajurit.
“Saya tidak mempunyai uang untuk melanjutkan karir saya sebagai gubernur. Ya sudah, leren, boleh, pulang saya angon bebek. Tiap hari saya di sawah bekerja di tegalan,” ujar Bibit Waluyo di hadapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Bibit menegaskan bahwa meskipun para anggota Perpukadesi sudah memasuki usia senja, semangat untuk memberikan saran dan tindakan bagi kemajuan negara tidak boleh pudar. Ia menyebut prinsip ini sebagai konsep tutur sembur.
“Semoga Allah memberikan jalan yang benar-benar terang untuk bersama-sama kita memberi kontribusi tutur sembur. Karena wong Jowo tutur sembur itu saran tindak yang terbaik untuk bangsa ini. Lainnya nggak ada, kalau wuwur nggak punya duit, wong pensiun nggak punya duit,” tuturnya.
Proyeksi organisasi
Bibit menjelaskan Perpukadesi diproyeksikan menjadi mitra strategis Kementerian Dalam Negeri dalam memetakan dan mencari solusi atas berbagai persoalan di daerah. Bibit menjamin organisasi ini bergerak tanpa pamrih politik tertentu.
“Kehadiran kita itu dipanggil dari lubuk hati yang dalam, yang bersih nggak ada pamrih apa-apa bapak, nggak usah khawatir, Bibit Waluyo yang jamin. Kalau yang neko-neko tak thuthuki nanti. Satu hanya untuk bangsa dan negara lainnya nggak ada, wong umur ya wis tuo,” tegas mantan Panglima Kostrad tersebut.
Bibit juga mengingatkan terkait integritas bagi pemimpin daerah yang masih aktif agar tidak terjerat masalah hukum.
Ia berpesan agar para pemimpin memiliki empat kriteria utama yaitu pinter, pener, bener dan kober.
“Pinter, harus pinter, pemimpin itu harus pinter karena sumber inspirasi adalah pemimpin. Pener, taat hukum pemimpin jangan ngakali hukum, hukum untuk kita semua siapa pelanggar hukum. Bener, pemimpin itu harus jujur, harus digugu ditiru oleh semua rakyatnya. Yang keempatnya peduli, kober itu peduli,” jelasnya.
Acara deklarasi ini turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Dewan Pembina Perpukadesi Irianto Lambi, serta sejumlah mantan kepala daerah dari berbagai wilayah, mulai dari Nias, Binjai, Sleman, hingga Maluku.
Salah satu nama yang mencolok adalah Eks Gubernur Jakarta Sutiyoso hingga Eks Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang turut masuk ke dalam Perpukadesi.(*)
Sumber: Tribunnews.com
