Langkah Strategis Perpukadesi Jalin Kerjasama dengan PT Agrinas Palma Nusantara

JAKARTA – Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) kembali mengambil langkah strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Perpukadesi menjalin kerjasama penting dengan PT Agrinas Palma Nusantara yang bertujuan meningkatkan produktivitas sawit.

Sebuah kolaborasi yang sangat strategis tengah dirancang saat Perpukadesi melakukan pertemuan dengan PT Agrinas Palma Nusantara. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum Perpukadesi, Jenderal TNI (Purn.) Bibit Waluyo bersama tim. Sedangkan dari PT Agrinas dipimpin langsung Direktur Utama Jenderal TNI (Purn.) Agus Sutomo.

Rencana kerjasama ini diharapkan bisa diwujudkan saat Perpukadesi menggandeng mitra untuk memenuhi kebutuhan PT Agrinas. Jalinan kerjasama ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas sehingga bisa memenuhi kebutuhan sawit. 

Selain itu, Perpukadesi menggandeng Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (YKBBI), yang akan berperan dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap mitra, PT Riau Gemilang Indah. 

Melalui kemitraan itu menurut Bibit Waluyo diharapkan bisa memanfaatkan lahan-lahan sawit yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal atau bahkan mangkrak.

“Sejalan dengan kebijakan Presiden bahwa lahan-lahan sawit yang tidak memiliki izin dan tidak produktif dapat diambil alih negara untuk dikelola secara profesional,” kata Bibit. 

“Perpukadesi mendukung langkah tersebut serta menilai pengelolaan lahan oleh PT Agrinas Palma Nusantara merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan devisa negara,” ujar dia lebih lanjut.

Perpukadesi sendiri hadir bersama mitra yang memiliki kapasitas kuat di bidang manajemen, keuangan, dan infrastruktur. Melalui kemitraan ini, Perpukadesi berharap mendapat kesempatan dari PT Agrinas untuk berkontribusi dalam upaya optimalisasi lahan sawit yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

PT Agrinas sendiri menyambut positif dan memberikan apresiasi atas inisiatif dan rencana Perpukadesi menjalin kemitraan strategis ini. Tak berhenti di situ, mereka juga terbuka dengan memberikan penawaran peluang kerjasama yang dapat diimplementasikan bersama Perpukadesi dan mitra melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). 

“Ada tiga rancangan untuk kerjasama yang bisa diimplementasikan yaitu melalui pengelolaan kebun sawit. Dalam rancangan ini pihak mitra melaksanakan kegiatan budidaya kebun sawit. Hasil panen, yaitu buah sawit selanjutnya diserahkan kepada PT Agrinas sesuai ketentuan KSO,” kata Senior Executive Vice President (SEVP) KSO Brigjen TNI (Purn.) Binarko Sugihantyo

Lebih lanjut, Binarko, mengatakan bahwa mitra diharapkan bisa memberikan kontribusi berupa pengalaman, kemampuan menghadirkan tenaga kerja ke lapangan, komitmen dalam menormalisasi kebun yang sebelumnya mangkrak, penyediaan armada, serta pelaksanaan berbagai tahapan operasional kebun lainnya.

Binarko juga memberi peluang kerjasama dalam hal pengangkutan hasil produksi. Dalam kerjasama ini mitra mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan kegiatan pengangkutan tandan buah segar (TBS) dari lokasi kebun KSO menuju tempat pengolahan.

“Bentuk kerjasama berikutnya adalah titip olah. Dalam skema ini, bahan baku (TBS) dari PT Agrinas akan dibeli mitra yang memiliki pabrik pengolahan. Bahan baku diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO), dan hasil olahan akan dibayar oleh PT Agrinas berdasarkan tonase per ton,” kata Binarko lagi. 

Binarko menyampaikan bila bentuk kerja sama tersebut saling menguntungkan (mutualisme). Perpukadesi, melalui YKBBI akan berperan dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap mitra, yaitu PT Riau Gemilang Indah.

Mitra sendiri memiliki pengalaman, infrastruktur memadai, serta dua pabrik pengolahan CPO yang saat ini masih kekurangan pasokan bahan baku dengan kebutuhan sekitar 85.000 ton per bulan.

Sementara itu, PT Agrinas memiliki kuota produksi sebesar 1 juta ton, sehingga sinergi ini diharapkan mampu mendukung optimalisasi lahan sawit yang mangkrak. 

“Kerja sama ini menjadi langkah konkrit dalam mendukung pencapaian Asta Cita, sekaligus memperkuat upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8%,” kata Bibit. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *