Siapkan Program Strategis Bersama Perpukadesi dan YPAN, Tana Tidung Komitmen Pengembangan SDM

JAKARTA – Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Perpukadesi serta Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara di Graha Pratama Building, Jakarta, Selasa (23/6/2026) siang, berlangsung dalam suasana yang berbeda dari sebelumnya. Ini bukan lagi pertemuan pertama.

Komunikasi yang telah terjalin sebelumnya telah mematangkan pemahaman kedua pihak, sehingga diskusi kali ini dapat bergerak lebih jauh: dari penjajakan menuju kesepakatan awal yang konkret di dua bidang sekaligus.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menyampaikan salam dan permohonan maaf atas ketidakhadirannya. Meski demikian Bupati diwakili Asisten II, Hadi Aryanto, yang hadir membawa mandat untuk melanjutkan dan memfinalisasi diskusi yang telah dimulai sebelumnya. 

Direktur Eksekutif Perpukadesi, Himmatul Hasanah bersama tim dari Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara menerima delegasi tersebut dan memastikan pertemuan ini melahirkan kesepakatan untuk segera ditindaklanjuti.

Berpijak pada Visi “Tana Tidung Unggul”

Seluruh pembahasan dalam pertemuan ini berakar pada satu fondasi yang sama: visi Bupati Ibrahim Ali mewujudkan Tana Tidung yang “Berdaya Saing, Adil, dan Sejahtera,” dengan peningkatan kualitas SDM sebagai misi pertama yang harus dieksekusi. 

Dalam penjabaran visinya, Bupati menempatkan pilar “Tana Tidung Unggul” sebagai kerangka besar yang menghimpun seluruh upaya di sektor pendidikan, kesehatan, kepemudaan, dan olahraga demi mendorong daya saing daerah secara sistematis.

Rekam jejak Tana Tidung di bidang kebahasaan sendiri bukan tanpa dasar. Bupati Ibrahim Ali baru-baru ini menerima penghargaan nasional pada Puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026, sebuah capaian yang menegaskan bahwa perhatian serius terhadap dimensi kebahasaan dalam pendidikan bukan hal baru bagi kabupaten ini. Konteks inilah yang memberi bobot lebih pada dua inisiasi konkret yang kemudian disepakati dalam pertemuan ini.

Inisiasi Pertama: Membangun Ekosistem Bahasa Inggris dari Sekolah Terbaik

Kesepakatan pertama yang mengemuka adalah inisiasi program Mini English Camp dengan pendekatan yang oleh Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara disebut sebagai “Ant System”.

Program ini bekerja dengan logika yang terstruktur dan bertahap: tahap pertama menyasar sekolah-sekolah terbaik di Tana Tidung sebagai pusat pembangunan ekosistem berbahasa Inggris, dengan intensitas pembelajaran dan pembiasaan yang dirancang mampu mengubah kultur komunikasi di lingkungan sekolah tersebut secara nyata.

Yang membedakannya dari pelatihan bahasa konvensional adalah dimensi imbasnya. Sekolah-sekolah yang terlebih dahulu menjalani program tidak diposisikan sebagai penerima manfaat tunggal, melainkan sebagai agen perubahan yang mengimbaskan ekosistem yang telah terbentuk ke sekolah-sekolah lain di sekitarnya — sehingga jangkauan program berkembang secara organik melalui jaringan sekolah yang saling menopang.

Inisiasi Kedua: Membuka Jalur Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri

Kesepakatan kedua menyentuh dimensi yang lebih jauh: fasilitasi dan pendistribusian putra-putri terbaik Tana Tidung untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi jalur tersebut, dengan sejumlah negara tujuan yang telah dijajaki, antara lain Filipina, Tiongkok, Mesir, dan Turki, di samping perguruan tinggi terkemuka di dalam negeri.

Inisiasi ini menempatkan Tana Tidung pada posisi yang lebih proaktif dalam mencetak SDM unggul: bukan hanya memperbaiki kualitas pendidikan di tingkat dasar dan menengah, tetapi sekaligus membuka koridor bagi generasi terbaiknya untuk mengakses pendidikan tinggi berkelas, termasuk lintas budaya dan lintas bahasa di tingkat internasional.

Kedua inisiasi ini, dengan demikian, saling melengkapi — yang satu membangun fondasi dari bawah, yang lain membuka cakrawala dari atas.

Kesepakatan sebagai Titik Berangkat

Hadi Aryanto menegaskan bahwa kedua kesepakatan ini merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas dan selaras dengan semangat yang secara pribadi disampaikan Bupati Ibrahim Ali.

Ia menyampaikan bahwa Bupati menaruh perhatian sungguh-sungguh terhadap kedua inisiasi ini sebagai instrumen konkret dalam mewujudkan pilar SDM Unggul yang menjadi tulang punggung visi daerah. 

Keduanya dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pintu masuk untuk membangun kepercayaan dan rekam jejak kerja sama yang dapat dikembangkan ke bidang-bidang lain seiring perjalanan kemitraan ke depan.

Himmatul Hasanah menyambut kesepakatan ini dengan optimisme yang terukur. Menurut Staf Ahli Pendidikan APKASI ini, kunci keberhasilan kedua program ini bukan pada kecanggihan desainnya, melainkan pada konsistensi pelaksanaan dan komitmen daerah untuk memastikan setiap tahap berjalan sebelum diperluas lebih jauh.

Ia menegaskan APKASI bersama Perpukadesi dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara siap mengawal proses tersebut sejak awal hingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Tana Tidung. (Farhan Aji Dharma)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *