BONE – Audiensi Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) di Kabupaten Bone yang membuka peluang pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari daerah tersebut. Hal itu disampaikan Sekretaris Bidang Ekonomi, Investasi dan UMKM Perpukadesi Amran Mahmud saat diterima Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin di Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Kota Watampone, Senin (14/9/2026) malam.
Dalam audiensi yang juga dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Wakil Bupati didampingi Pj. Sekda Bone Andi Tenriawaru bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bone, termasuk di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Muh Rusdi.
Amran Mahmud sendiri hadir bersama Lilik Faridah dari Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) yang menyampaikan sejumlah program mendukung peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Bone. Selain itu ada Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D) bagi anak-anak daerah yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dalam audiensi, Amran menyampaikan perkembangan dari Perpukadesi yang siap memberi kontribusi meski sudah purna tugas. Amran juga menyampaikan bila Perpukadesi melakukan sinergi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terkait penempatan pekerja migran di negara lain.
Dari kolaborasi itu, Perpukadesi mengajak daerah, termasuk Kabupaten Bone, untuk mengirim putra-putri yang berminat bekerja di luar negeri. Penempatan pekerja migran ini dipastikan aman, legal, dan terukur seperti yang disampaikan KP2MI.
Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa bagi alumni SMK bisa mengikuti Program SMK Go Global dari KP2MI. Pemerintah menyiapkan anggaran pelatihan pada program itu untuk 300.000 peserta lulusan SMK. Sedangkan kuota peserta dari masyarakat umum sebanyak 200.000 orang.
“Selain itu bagi yang berminat magang di Jepang, ada kuota beasiswa yang bisa dimanfaatkan. Ada 50 anak untuk kuota itu,” kata Amran yang menyebutkan bila tenaga pendidik sangat dianjurkan mengikuti pelatihan bahasa Inggris.
Sementara, Lilik Faridah menuturkan bila Program BIE-D telah diikuti sekitar 2.030 putra-putri daerah. Program tersebut mencakup pendidikan di dalam dan luar negeri serta bekerja sama dengan sekitar 20 perguruan tinggi.
“Skema beasiswa baik untuk siswa maupun ASN di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk pendidikan luar negeri, salah satu negara tujuan adalah Tiongkok dengan skema beasiswa penuh,” kata Lilik Faridah.
Program beasiswa tersebut diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Menurut dia Bone memiliki kebutuhan yang cukup besar pada sejumlah sektor yang ditawarkan.
“Kami di sini hadir semua kepala OPD yang dimintai untuk audiensi. Alhamdulillah, Bone menjadi salah satu kabupaten yang menjadi rencana kerja sama. Kami sangat terbuka dengan semua program kerja sama yang ditawarkan,” ujar Andi Akmal.
Wakil Bupati menuturkan peluang kerja sama dengan APKASI dan YPAN perlu ditindaklanjuti agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bone, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, dan penciptaan peluang kerja.
Apalagi, YPAN telah menunjukkan sebagai mitra APKASI yang memfasilitasi pengembangan kompetensi. Selama 13 tahun, YPAN telah memfasilitasi pengembangan kompetensi 251.497 pendidik dan tenaga profesional di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara Program BIE-D yang dikembangkan sejak 2022 telah memfasilitasi 2.110 putra-putri terbaik daerah melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. (*)
