Komitmen dan Upaya Perpukadesi Dukung Pengentasan Pengangguran di Bulukumba

JAKARTA – Pengangguran tidak hanya merupakan problem ekonomi tetapi juga sosial yang butuh penanganan secara tuntas. Kabupaten Bulukumba memang mencatat tingkat pengangguran yang rendah di Sulawesi Selatan. Namun Pemerintah Kabupaten Bulukumba tetap berusaha menekan angka pengangguran di daerahnya. Upaya itu mendapat dukungan penuh dari Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi).  

Perpukadesi hadir sebagai mitra untuk bersama-sama membangun daerah agar menjadi lebih baik. Ini sejalan dengan langkah Pemkab Bulukumba yang berusaha menekan angka pengangguran. Pemerintah kabupaten tidak hanya mendorong pembukaan lapangan kerja formal tetapi juga mendorong masyarakat menjadi pelaku usaha dan mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

Langkah itu dilakukan dengan membuka peluang investasi sekaligus memperkuat sektor ekonomi yang menjadi potensi daerah, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, dan jasa. 

Namun tidak menutup kemungkinan membuka peluang putra-putri daerah untuk menjadi pekerja migran Indonesia. Bahkan peluang bekerja di luar negeri bagi lulusan SMK sangat terbuka melalui program SMK Go Global. Hal itu disampaikan Sekretaris Dewan Perpukadesi Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. saat beraudiensi di Kabupaten Bulukumba, 16 September 2026.

Bupati Bulukumba H. Andi Muchtar Ali Yusuf yang langsung menerima audiensi Amran Mahmud bersama Lilik Faridah sebagai Tenaga Ahli Perpukadesi dan Strategic Partnership YPAN (Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara). 

Hadir mendampingi Bupati dalam Audiensi Kerjasama Peningkatan Pendidikan, Kesehatan, Kapasitas SDM, dan Beasiswa Daerah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba Andi Buyung Saputra, Kepala Bapperida Irma Darmayani, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah A. Afriadi M., Kesra Sekretariat Daerah Syawiah, Kepala Bidang BKPSDM Fitriani, Kepala Bagian Pemerintahan Muh Atdin serta sejumlah pejabat daerah lain. 

Dalam kesempatan itu, Amran memaparkan tentang kiprah Perpukadesi. Meski merupakan lembaga atau perkumpulan para purna bakti yang belum lama berdiri, namun Perpukadesi berupaya keras memberi kontribusi untuk bangsa dan negara. Dan kontribusi itu diwujudkan melalui kerjasama dengan daerah-daerah. 

SMK Go Global

Problem pengangguran yang terkait dengan sedikitnya lapangan kerja di daerah akan bisa teratasi secara bersama. Salah satu solusi mengatasi pengangguran dengan mengirim putra putri daerah yang memiliki skill atau keterampilan untuk bekerja di luar negeri melalui program SMK Go Global dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Amran menjelaskan program SMK Go Global dapat dukungan pembiayaan pada tahap pelatihan. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan dapat berperan dalam mendukung biaya penempatan calon PMI ke negara tujuan.

Dalam skema tersebut, YPAN akan mengawal dan mendampingi proses mulai dari tahap persiapan, pelatihan,penempatan hingga memonitoring calon PMI selama di negara tempat bekerja nya sampai memastikan mereka kembali ke tanah air dan kembali berdaya.

“Program ini dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Calon PMI yang memperoleh dukungan biaya penempatan dari pemerintah daerah diharapkan dapat menyisihkan sebagian penghasilannya melalui kontribusi program. Dana yang terkumpul selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk membantu putra-putri daerah lainnya mengikuti program serupa,” ujar Amran.

Lebih lanjut, mantan Bupati Wajo ini mengatakan dukungan pembiayaan yang diberikan pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada satu penerima manfaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi skema dana bergulir yang membantu lebih banyak anak daerah memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri.

“Selain itu ada beasiswa magang di Jepang dengan kuota untuk 50 anak. Ini memberi peluang bagi anak-anak di daerah yang ingin magang di Jepang. Program ini juga memberikan beasiswa,” kata Amran. 

BIE-D

Sementara, Lilik Faridah yang merupakan Strategic Partnership YPAN menjelaskan terkait Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D) bagi anak-anak daerah yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Menurut dia BIE-D sangat terbuka bagi siswa maupun ASN yang ingin mengambil jenjang pendidikan lebih tinggi. 

“Mereka bisa kuliah di perguruan tinggi dalam negeri atau luar negeri. Tidak hanya untuk putra putri di daerah tetapi juga ASN,” ujar Lilik. 

Bupati Bulukumba Andi Mochtar menyambut gembira adanya program BIE-D dan SMK Go Global. Untuk BIE-D bisa membantu meningkatkan kualitas putra-putri daerah karena mendapat pendidikan lebih tinggi.

Sedangkan SMK Go Global sangat membantu mengatasi pengangguran di Bulukumba. Mereka yang termasuk usia produktif bisa berangkat sebagai Pekerja Migran Indonesia di luar negeri. (*) 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *