JAKARTA – Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) merupakan sebuah lembaga yang baru berusia satu tahun. Namun perkumpulan itu sudah memiliki anggota lebih dari 3.000 purna kepala daerah yang tak lain mantan gubernur, bupati, hingga walikota. Mereka memiliki komitmen untuk berperan dan memberi solusi untuk pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Perpukadesi Sokhiatulo Laoli saat beraudiensi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Laoli menjelaskan tentang pembentukan Perpukadesi yang berlandaskan semangat menghadirkan wadah silaturahmi bagi para purna kepala daerah di Indonesia.
Menurut Sekjen kehadiran Perpukadesi terasa istimewa karena belum banyak organisasi yang mampu menghimpun begitu banyak purna. Lebih dari itu, mereka tak sekadar kumpul-kumpul hanya untuk reuni tetap memang ingin berkontribusi secara nyata untuk bangsa.
“Hingga saat ini belum banyak organisasi yang mampu menghimpun dan menyatukan para purna kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia dalam satu wadah yang terstruktur,” kata Laoli yang bersama Ketua Umum Jenderal TNI (Purn) Bibit Waluyo dan Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua Dewan Penasihat saat melakukan audiensi.
Hadir pula Soekarwo (Ketua Dewan Pembina Perpukadesi), Suyoto (Ketua Dewan Pengawas Perpukadesi), dan Himmatul Hasanah (Direktur Eksekutif Perpukadesi). Sedangkan Wakil Menteri Dalam Negeri didampingi Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Cheka Virgowansyah.
Mantan Bupati Nias dua periode, yakni 2011-2016 dan 2016-2021 ini menyatakan dengan posisi Perpukadesi yang strategi itu menjadikan perkumpulan itu bisa mengambil peran untuk pembangunan nasional.
Tak hanya itu pengalaman para purna yang sangat memahami kondisi daerahnya dan bagaimana mereka memimpin daerah tersebut bisa berperan menjembatani dan memberi masukan strategis.
“Organisasi ini memiliki kesiapan sebagai fasilitator yang dapat menjembatani pengalaman, pemikiran, dan gagasan para purna kepala daerah,” ujar Laoli.
Selain itu, dia menyatakan, “Perpukadesi memberikan masukan strategis kepada pemerintah dalam upaya mencari solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan nasional.”
Menanggapi penjelasan Laoli terkait perkumpulan tersebut yang mewadahi para purna kepala daerah, Dirjen Otda Cheka Virgowansyah mendukung bila mereka dilibatkan dalam forum koordinasi bersama seluruh kepala daerah di Indonesia. Kemendagri rutin menggelar forum itu setiap Rabu.
“Para purna kepala daerah bisa dilibatkan dalam forum tersebut. Mereka bisa memberikan wejangan, berbagi pengalaman, serta memperkaya perspektif para kepala daerah yang saat ini sedang menjalankan tugas pemerintahan di daerah,” ucap Cheka. (*)
