Soal Pekerja Migran, Perpukadesi Siap Dukung Kemen P2MI

JAKARTA – Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) siap mendukung Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Terutama dengan problem pekerja migran di luar negeri yang perlu mendapat pendampingan. 

Perpukadesi sesungguhnya merupakan perkumpulan yang baru berdiri satu tahun ini. Meski demikian Perpukadesi sudah memiliki sekitar 3.000 anggota mantan kepala daerah di seluruh Indonesia. 

Para anggota yang pernah memimpin daerah tentu sangat mengetahui bagaimana kondisi di desa-desa atau daerah. Banyak anak muda di desa yang kesulitan mencari kerja. Ini tentu memprihatinkan sehingga Perpukadesi siap membantu Kemen P2MI. Pasalnya kementerian itu yang menangani tenaga kerja yang bekerja di luar negeri. Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah WNI yang bekerja di luar negeri dengan menerima upah, bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan menyumbang devisa negara.

Ketua Umum Perpukadesi, Jenderal TNI (Purn) Bibit Waluyo, menyatakan ratusan mantan gubernur, bupati, dan wali kota yang tergabung dalam Perpukadesi siap memanfaatkan sisa umur dan pengalaman mereka untuk membantu Kemen P2MI.

“Kami yang sudah purnabakti ini masih ingin berkontribusi. Kami tahu betul kondisi di desa-desa sangat memprihatinkan, pemuda-pemudi susah cari kerja. Kami tidak tega,” kata Bibit.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini, lebih lanjut, mengatakan bila Perpukadesi juga akan membantu dari rekrutmen, pelatihan, penempatan, hingga yang paling penting, ketika pekerja migran pulang ke Tanah Air. Menurut Bibit mereka yang pulang ke Indonesia tidak boleh menganggur. Apalagi mereka sesungguhnya memiliki keterampilan dan pengalaman bekerja di luar negeri. 

“Ketika mereka pulang, tidak boleh nganggur lagi. Yang terampil kesehatan kami arahkan ke puskesmas atau RSUD. Mereka yang sebelumnya bekerja di manufaktur bisa diarahkan ke pabrik lokal, dan seterusnya. Dari desa sampai nasional, kami ikut membantu Bapak Menteri Muktarudin,” ujar Bibit menegaskan.

Menteri Mukhtarudin sendiri menyatakan bila Indonesia sedang menuju puncak bonus demografi tahun 2030. Ini merupakan kesempatan emas karena banyak negara maju justru mengalami aging population. Ini menjadikan negara-negara lain membutuhkan banyak tenaga kerja dari luar. 

“Ini peluang emas. Saat ini saja ada 350 ribuan lowongan resmi setiap tahun di luar negeri. Tetapi penyerapan kita masih rendah karena kompetensi dan bahasa. Saya berharap bisa segera menempatkan 500 ribu pekerja migran berkualitas. Itu quick win kita,” kata Muktarudin.

Menteri Mukhtarudin juga mengingatkan masih adanya calon pekerja migran non-prosedural. “Kami harus tekan melalui rekrutmen bersih, pelatihan berstandar internasional, dan peran aktif desa lewat program Desa Migran Emas,” ujar Mukhtarudin.(*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *