PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo membuka peluang kerja sama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perluasan akses pendidikan dan kesempatan kerja internasional bagi putra-putri daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN), dan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Senin (7/9/2026).
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyambut positif berbagai peluang program yang ditawarkan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih aktif menyusun dan mengusulkan program yang sesuai dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan SDM.
“Kita jangan hanya diam dan menunggu program-program dari pemerintah pusat. Perlu lebih aktif menyusun dan mengusulkan program yang memang kita butuhkan,” ujar Lisdyarita.
Salah satu program yang mendapat perhatian dalam audiensi tersebut adalah Beasiswa Indonesia Emas-Daerah (BIE-D). Program ini memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah yang memiliki kemampuan, prestasi, dan potensi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana maupun pascasarjana, baik di dalam maupun luar negeri.
Staf Ahli Bidang Pendidikan APKASI, Himmatul Hasanah, mengatakan BIE-D ditujukan bagi anak-anak daerah yang memiliki potensi dan prestasi, namun masih terkendala kemampuan finansial untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Banyak yang punya prestasi dan potensi, tetapi tidak memiliki akses secara finansial,” kata Himmatul.

Himmatul menjelaskan, selama kurang lebih 11 tahun YPAN telah berkiprah dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan kapasitas guru dan tenaga pendidik. Dalam perjalanan tersebut, YPAN juga telah membangun kerja sama dengan sekitar 380 pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk mendorong berbagai program peningkatan kualitas pendidikan dan SDM di daerah.
Menurut Himmatul, penguatan SDM tidak hanya ditujukan kepada peserta didik, tetapi juga perlu dimulai dari peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik. Dengan kualitas pendidik yang semakin baik, diharapkan akan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Melalui pengalaman tersebut, YPAN berharap putra-putri Ponorogo juga dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas SDM, baik melalui akses pendidikan maupun berbagai program penguatan kapasitas lainnya.
Peluang Kerja Internasional bagi Putra-Putri Ponorogo
Selain penguatan pendidikan, audiensi juga membahas peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo melalui skema pembiayaan yang dapat dikembangkan menjadi dana bergulir.
Himmatul menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dapat mendukung pembiayaan pada tahap pelatihan melalui program SMK Go Global. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan dapat berperan dalam mendukung biaya penempatan calon PMI ke negara tujuan.
Dalam skema tersebut, YPAN akan mengawal dan mendampingi proses mulai dari tahap persiapan, pelatihan,penempatan hingga memonitoring calon PMI selama di negara tempat bekerja nya sampai memastikan mereka kembali ke tanah air dan kembali berdaya.
Skema pembiayaan tersebut juga diarahkan agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Calon PMI yang memperoleh dukungan biaya penempatan dari pemerintah daerah diharapkan dapat menyisihkan sebagian penghasilannya melalui kontribusi program. Dana yang terkumpul selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk membantu putra-putri daerah lainnya mengikuti program serupa.
Dengan demikian, dukungan pembiayaan yang diberikan pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada satu penerima manfaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi skema dana bergulir yang membantu lebih banyak anak daerah memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri.
Dorong Kerja Sama Pendidikan Internasional
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri menambahkan, Ponorogo memiliki pengalaman dalam menjalin kerja sama pendidikan dengan sejumlah negara. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan kerja sama pendidikan internasional yang lebih luas.
Beberapa peluang yang dapat dikembangkan antara lain program sister school, pertukaran pelajar, hingga program magang siswa SMK di luar negeri.
Menurut Nurhadi, pengembangan kerja sama internasional tersebut penting untuk membuka wawasan dan pengalaman baru bagi peserta didik sekaligus meningkatkan kapasitas sekolah dan tenaga pendidik.
“Sekolah-sekolah kita sangat membutuhkan,” ujarnya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo, APKASI, YPAN, dan Perpukadesi, berbagai program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat SDM Ponorogo, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membuka akses yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan kerja di tingkat internasional.*
